Sabtu, 06 Maret 2010

John Legend Yang Menyembuhkan

Java Jazz Festival Bersimpuh di hadapan dua perempuan, satu dari negerinya sendiri dan satu lagi dari antara penonton, penyanyi soul dari Amerika Serikat John Legend menembang "Heaven" sebagai penyembuh atas bilur-bilur luka dari jargon kehidupan bahwa sesama tampil mengintai sebagai neraka.

Cinta menyembuhkan luka dan menghalau horor. Inilah efek yang menyembuhkan dari John Legend ketika menyambangi publik pecinta jazz gelaran Jakarta International Java Jazz Festival (JJF) 2010 yang diadakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Jumat (5/3).

Java Jazz Festival 2010 Seakan dahaga akan bulir-bulir tembang penyembuh bernuansa soul, ribuan pengunjung dari Jakarta maupun dari luar kota mengular untuk merasakan dekapan yang menghela belas kasih akan sesama. Legend ingin melegenda di hati publik sebagai aktor kasih, bukan aktor teror.

Tampil dengan stelan hitam-hitam dipadu ikat pinggang putih, diikat arloji di tangan kiri, penyanyi bernama asli John Stephen menyuguhkan pemulih dari luka batin mereka yang mengalami cambuk kehidupan. Tembang demi tembang diletupkan di atmosfer gelaran Axis Jakarta Internasional Java Jazz Festival 2010.

Sebelum menikmati beningnya olah vokal Legend dan harmonisasi nada-nada jazzy, ribuan penonton menziarahi Bunda Pertiwi dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Bersyukur karena negerinya telah mengalirkan energi kehidupan bagi setiap warganya tanpa kecuali.

Performa yang dinanti-nanti penonton pun tiba. Bertempat D2 Main Stage special show, John menghipnotis ribuan penonton yang mengular di semua pintu masuk. Hall berkapasitas 9000 penonton itupun nyaris disesaki oleh para penggila John Legend. "Ini pertama kalinya saya datang ke Indonesia. Saya puas dan merasa senang malam ini. Mari kita buat malam ini menyenangkan," kata John sambil mendentingkan pianonya.

John membuka konser yang telat sekitar 45 menit itu dengan lagu "Used to love U" dari album perdananya "Get Lifted". Diiringi oleh band-nya, ia kemudian melantunkan lagu-lagu hitsnya antara lain "Satisfaction", "Just Don`t Love You", "All Night", "It`s Over", dan "Heaven".

Sebelumnya, kepada wartawan Indonesia, ia mengaku bahagia bisa tampil di Jakarta. "Saya sangat senang bisa sampai di sini. Karena di sini lebih baik daripada New York," katanya dalam jumpa pers di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Utara.

Dalam kunjungan perdananya ke Indonesia, ia berharap dapat menghibur para penikmat musiknya. "Apa pun itu yang saya lihat, saya dengar pastinya akan sangat seru, ini akan sangat menarik dan sangat energik," katanya.

Nyatanya ia memberi bukti penyembuhan dengan tampil prima selama dua jam di bawah siraman kemilau cahaya lampu warna-warni. "Saya diundang di sini sebagai diri saya sendiri. Sangat bangga menjadi diri sendiri dan menyenangkan," ungkapnya. Mengapa ia memiliki energi penyembuhan dan energi motivasi diri?

Ia rendah hati. Ia merunduk ketika satu demi satu penghargaan direngkuh dari hasil kerja keras dan kesungguhannya meniti karier di dunia tarik suara. Ia yang berlatar belakang penyanyi gereja bersua dengan energi lagu-lagu kerohanian yang meneduhkan dan menyembuhkan. "Bagiku lagu-lagu religi sangat berpengaruh dalam hidupku," ujar pria yang lahir di Springfield, Ohio, pada 28 Desember 1978 itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar